Cardigan Tenun NTT — Gaya Etnik Modern untuk Wanita Muda Profesional

Limited Edition Alert! Perpaduan tenun ikat NTT, motif etnik, dan aksen modern Jepang ini bukan sekadar outer — ini adalah Outer Tenun Kombinasi yang hanya dimiliki segelintir orang. Handmade, unik, dan sarat cerita.

Dalam beberapa tahun terakhir, cardigan tenun NTT menjadi salah satu fashion item paling digemari oleh wanita muda profesional. Bukan hanya karena tampilannya yang elegan dan berkelas, tetapi juga karena nilai budaya yang terjalin dalam setiap helainya. Busana ini menghadirkan keseimbangan antara keanggunan tradisi dan gaya modern yang praktis — menjadikannya pilihan sempurna bagi mereka yang ingin tampil berbeda namun tetap profesional.

Tren fashion etnik modern kini berkembang pesat di kalangan urban. Banyak perempuan ingin menampilkan identitas budaya tanpa kehilangan sentuhan modernitas dalam gaya berpakaian sehari-hari. Di tengah arus globalisasi mode, muncul kebutuhan untuk “bercerita” lewat pakaian. Di sinilah Padu Padan Tenun hadir sebagai pelopor kampanye “Pakai Cerita” — mengajak perempuan Indonesia mengenakan karya yang bukan sekadar indah, tetapi juga bermakna.

Dibuat dengan sentuhan tangan penenun lokal di Kupang dan Amarasi, cardigan tenun dari NTT bukan hanya sekadar outer. Ia adalah simbol dedikasi, warisan budaya, dan ekspresi diri perempuan modern yang aktif di dunia kerja, namun tetap bangga dengan akar budayanya.


Apa Itu Cardigan Tenun NTT dan Mengapa Semakin Populer?

Cardigan tenun NTT merupakan busana luaran (outer) yang dibuat dari kain tenun tradisional khas Nusa Tenggara Timur, dikreasikan ulang menjadi gaya yang lebih versatile dan modern. Berbeda dari cardigan biasa, busana ini tidak hanya menonjolkan fungsi, tapi juga makna yang terkandung di dalamnya.

1. Keistimewaan Cardigan Tenun dari NTT

Setiap cardigan dibuat dari tenun ikat khas Kupang, Amarasi, atau Sumba Barat Daya, dengan motif yang melambangkan filosofi mendalam. Misalnya, motif kuda Sumba mencerminkan keberanian dan semangat, sementara motif Insana menggambarkan keharmonisan hidup. Warna-warna alam seperti merah bata, indigo, dan tanah dipilih bukan hanya karena estetika, tetapi juga karena maknanya yang hangat dan membumi.

Cardigan ini juga diproduksi secara terbatas, menjadikannya busana eksklusif yang tidak pasaran. “Kami percaya, setiap potongan kain adalah cerita. Bukan sekadar desain, tapi nilai budaya yang hidup,” ungkap salah satu desainer Padu Padan Tenun dalam sesi wawancara brand.

2. Makna Budaya di Balik Motif dan Warna

Tenun NTT dikenal dengan teknik ikat tangan dan pewarna alami dari tumbuhan lokal. Warna indigo dari daun tarum melambangkan kebijaksanaan, sedangkan merah bata merepresentasikan kekuatan dan cinta tanah air. Memakai cardigan tenun NTT berarti mengenakan filosofi dan doa yang dirajut dalam setiap benang oleh tangan-tangan perempuan penenun.

Seperti yang diungkap oleh Didiet Maulana, desainer sekaligus pelestari wastra Indonesia,

“Tenun bukan sekadar kain. Ia adalah identitas, doa, dan bentuk penghormatan kepada leluhur. Saat kita memakainya, kita membawa sejarah itu berjalan bersama kita.”

3. Mengapa Cocok untuk Wanita Profesional

Bagi wanita muda profesional, penampilan bukan sekadar gaya, tetapi juga bentuk komunikasi diri. Cardigan tenun memberikan kesan elegan, cerdas, dan berkarakter. Di tengah rutinitas kerja yang menuntut keseragaman, cardigan ini menghadirkan sentuhan personal yang penuh makna — tanpa mengurangi formalitas.

Selain itu, busana ini merupakan solusi atas masalah klasik: kurangnya pilihan pakaian kerja yang bernuansa budaya namun tetap modern. Cardigan tenun modern menjawab kebutuhan tersebut, sejalan dengan tren heritage revival yang kini mendunia — gaya yang memadukan nilai tradisi dengan potongan kontemporer.


Bagaimana Cara Memadukan Cardigan Tenun NTT untuk Gaya Kerja dan Kasual?

Cardigan tenun tidak hanya cocok untuk acara formal, tetapi juga bisa menjadi bagian dari outfit sehari-hari. Kuncinya adalah memahami karakter warna, motif, dan tekstur kain agar tampilan terlihat harmonis dan profesional.

1. Padukan dengan Inner Polos dan Celana Bahan

Untuk gaya kerja minimalis, pilih cardigan bermotif tegas dengan inner polos berwarna netral seperti putih, krem, atau navy. Celana bahan dengan potongan lurus akan menambah kesan rapi. Hindari motif yang terlalu ramai di bagian dalam agar fokus tetap pada cardigan tenun.

Tips cepat:

  • Pilih cardigan dengan potongan tailored fit untuk tampilan tegas dan profesional.

  • Gunakan ikat pinggang kecil untuk menegaskan siluet tubuh.

  • Tambahkan sepatu hak rendah atau loafers agar tetap nyaman dan elegan.

2. Kombinasi dengan Rok Midi atau Jeans

Untuk gaya semi-kasual atau smart casual, cardigan tenun bisa dipadukan dengan rok midi polos atau jeans berwarna gelap. Kombinasi ini menciptakan tampilan yang santai namun tetap berkelas. Gaya ini cocok untuk casual Friday, acara kantor informal, atau pertemuan santai di luar ruangan.

Inspirasi gaya:

  • Cardigan motif Amarasi + rok midi hitam + sneakers putih = elegan tapi segar.

  • Cardigan crop tenun dengan jeans high waist = gaya urban dengan sentuhan etnik.

3. Aksesori dan Warna yang Melengkapi Look

Cardigan tenun NTT umumnya sudah kaya motif dan warna, jadi pilih aksesori yang tidak terlalu mencolok.

  • Gunakan anting perak kecil atau kalung minimalis.

  • Pilih tas berbahan kulit netral agar tampilan tetap seimbang.

  • Untuk acara formal, tambahkan silk scarf polos sebagai pemanis.

Warna-warna netral seperti putih, krem, navy, atau cokelat akan memperkuat karakter etnik modern dari cardigan tenun. Jika ingin tampil lebih ekspresif, padukan dengan warna turunan dari motif tenun seperti terracotta, biru tua, atau hijau zamrud.


Tren fashion tenun NTT kini semakin digemari oleh wanita muda yang ingin tampil profesional sekaligus berbudaya. Cardigan tenun NTT tidak hanya menonjolkan keindahan motif, tetapi juga menunjukkan identitas dan kebanggaan akan warisan lokal yang terus hidup di era modern.

Lihat koleksi cardigan tenun ready-to-wear kami di PaduPadanTenun.co.id dan temukan gaya kerjamu yang bercerita — karena yang lain hanya memakai baju, kamu memakai cerita.

Model Cardigan Tenun NTT Terbaru yang Sedang Tren

Dalam dunia fashion etnik modern, cardigan tenun NTT kini mengalami banyak inovasi. Desainer lokal mulai berani menggabungkan unsur tradisional dan gaya kontemporer, menciptakan busana yang tidak hanya menawan secara visual, tetapi juga relevan dengan kebutuhan wanita muda profesional masa kini.

Tren outer tenun modern tidak lagi terbatas pada model klasik, melainkan berkembang ke arah yang lebih dinamis dan fungsional. Dari gaya oversized hingga belted crop, setiap desain menawarkan keunikan yang mencerminkan semangat perempuan urban yang aktif, percaya diri, dan mencintai budaya.

Berikut beberapa model cardigan tenun NTT terbaru yang sedang naik daun dan banyak diminati di kalangan fashion enthusiast:


1. Oversized Cardigan Tenun dengan Potongan Longgar

Gaya oversized cardigan tenun menjadi tren besar dalam dua tahun terakhir. Model ini memberi kesan santai, fleksibel, dan modern tanpa kehilangan nilai etniknya. Potongannya longgar dengan bahu jatuh (drop shoulder), cocok untuk gaya kerja casual chic atau acara santai selepas kantor.

Ciri khas:

  • Bahan tenun ringan dengan tekstur lembut

  • Warna alami seperti krem, navy, atau terracotta

  • Bisa dipadukan dengan celana kulot, rok midi, atau dress polos

Keunggulan model ini terletak pada kemampuannya menyesuaikan bentuk tubuh berbagai ukuran. Banyak wanita yang menyukai potongan longgar karena terasa nyaman dipakai seharian tanpa mengurangi kesan profesional.

Sebagai penggemar fashion tenun, saya melihat gaya oversized ini bukan hanya tren sesaat, tetapi bentuk evolusi dari wastra tradisional yang menyesuaikan diri dengan kehidupan modern. Ia melambangkan kebebasan berekspresi dalam batas elegansi.


2. Cardigan Crop dan Belt-Style untuk Tampilan Modern

Untuk wanita yang menyukai tampilan lebih tegas dan feminin, cardigan crop atau belt-style tenun menjadi pilihan favorit. Model crop memberi ilusi tubuh lebih jenjang, sedangkan belt-style menonjolkan siluet pinggang yang ramping.

Kelebihan gaya ini:

  • Ideal untuk office look dan acara semi-formal

  • Dapat dikombinasikan dengan inner turtleneck atau kemeja satin

  • Memberikan keseimbangan antara gaya klasik dan modern

Tren ini lahir dari kebutuhan wanita urban yang ingin tampil praktis tanpa mengorbankan gaya. Dalam katalog Padu Padan Tenun, model belt-style bahkan dilengkapi sabuk dari bahan kulit lokal yang menambah sentuhan premium.

Model ini juga populer karena fleksibel untuk berbagai suasana — dari rapat penting hingga makan malam kasual. Desain crop cardigan tenun yang minimalis dengan detail motif Amarasi atau Insana membuatnya tampak eksklusif namun tetap mudah dipadu-padankan.

Sebagai seseorang yang pernah mencoba versi belted tenun blazer dari koleksi lokal, saya bisa bilang busana ini benar-benar transformatif. Ia membuat pemakainya merasa kuat, berkarakter, dan berbeda dari arus mode cepat yang seragam.


3. Desain Limited Edition Hasil Kolaborasi dengan Penenun Lokal

Salah satu keunggulan cardigan tenun NTT adalah nilai ceritanya. Banyak koleksi terbaru hadir sebagai hasil kolaborasi antara desainer muda dengan penenun lokal dari Kupang, Amarasi, dan Sumba Barat Daya. Setiap desain membawa kisah dan filosofi khas daerah asalnya.

Contoh inspiratif:

  • Koleksi “Tenun Amarasi Reimagined” dari Padu Padan Tenun menghadirkan potongan modern dengan motif klasik berwarna indigo.

  • Desain kolaboratif ini menggunakan pewarna alami dari daun tarum dan kulit kayu, menjadikannya ramah lingkungan dan eksklusif.

Kehadiran desain terbatas (limited edition) seperti ini menunjukkan arah baru dalam tren fashion etnik modern: bukan sekadar busana, tetapi karya seni yang bercerita.

Desain kolaborasi ini juga memperkuat nilai keberlanjutan (sustainable fashion), di mana setiap pembelian berarti mendukung kesejahteraan penenun lokal dan pelestarian warisan budaya.

Media visual seperti lookbook digital atau video fashion show sering digunakan untuk menampilkan keindahan kain dalam gerak. Lewat tampilan itu, setiap motif tampak hidup, menari bersama cerita dari tangan yang menenunnya.


Mengapa Cardigan Tenun NTT Cocok untuk Wanita Muda Profesional?

Bagi wanita muda profesional, cardigan tenun NTT bukan hanya pelengkap penampilan, melainkan bagian dari identitas. Di tengah dunia kerja modern yang menuntut efisiensi dan gaya formal, cardigan tenun memberikan keseimbangan antara keanggunan dan kenyamanan.

1. Mewakili Identitas dan Nilai Budaya

Setiap helai tenun membawa cerita — tentang asal, makna, dan filosofi hidup masyarakat NTT. Memakainya berarti membawa warisan budaya ke dalam ruang modern seperti kantor, seminar, atau pameran bisnis.

Cardigan ini menjadi simbol integritas perempuan profesional yang bangga dengan akar budaya namun tetap progresif dalam gaya. Ia bukan hanya pakaian, melainkan pernyataan bahwa “profesionalisme tidak harus kehilangan jati diri.”


2. Nyaman, Fleksibel, Tetap Stylish

Salah satu alasan mengapa cardigan tenun begitu digemari adalah karena kenyamanan dan fleksibilitasnya. Bahannya lembut, ringan, dan mudah disesuaikan dengan berbagai gaya — mulai dari formal meeting look hingga smart casual outfit.

Kelebihan utama:

  • Tidak mudah kusut meski dipakai seharian

  • Tetap breathable meski di iklim tropis

  • Cocok untuk semua bentuk tubuh

Kenyamanan ini membuat cardigan tenun menjadi pilihan ideal bagi perempuan yang aktif dan dinamis, berpindah dari satu agenda ke agenda lain tanpa kehilangan sentuhan elegan.


3. Cocok untuk Meeting, Event, hingga Travel

Cardigan tenun NTT juga populer karena kemampuannya menyesuaikan berbagai kesempatan. Saat meeting penting, ia tampil formal dan berkarakter. Untuk acara sosial, cukup tambahkan aksesori sederhana agar tampil lebih santai.

Rekomendasi penggunaan:

  • Meeting kantor: Cardigan belt-style + celana bahan + heels

  • Event bisnis: Oversized cardigan + rok midi + tas kulit lokal

  • Travel: Cardigan crop tenun + jeans + sneakers nyaman

Setiap pilihan gaya membawa nuansa budaya dalam ritme hidup modern, memperlihatkan bahwa fashion etnik tidak lagi terbatas pada acara adat, melainkan bisa menjadi bagian dari keseharian profesional.


Fashion bukan hanya tentang tren, melainkan tentang nilai yang kita bawa dalam setiap gaya. Cardigan tenun NTT hadir bukan untuk bersaing dengan mode global, tetapi untuk menunjukkan bahwa warisan lokal bisa berdiri sejajar — bahkan memimpin — dalam dunia fashion modern.

Konsultasikan gaya tenun profesionalmu bersama stylist Padu Padan Tenun – Gratis via WhatsApp!

Tips Merawat Cardigan Tenun agar Tetap Awet dan Elegan

Cardigan tenun NTT bukan hanya pakaian bergaya, tetapi juga karya seni yang menyimpan nilai budaya dan filosofi dalam setiap helainya. Karena itu, merawatnya tidak bisa disamakan dengan pakaian biasa. Serat alami, pewarna organik, serta tenunan tangan membuat kain tenun membutuhkan perlakuan khusus agar keindahannya tetap terjaga dari waktu ke waktu.

Dengan perawatan yang tepat, cardigan tenun bisa menjadi investasi jangka panjang — bahkan diwariskan ke generasi berikutnya. Berikut panduan praktis untuk menjaga keanggunan cardigan tenun tetap seperti baru:


1. Cara Mencuci Tenun dengan Lembut

Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan adalah mencuci tenun dengan mesin cuci. Getaran kuat dan suhu air yang tinggi bisa membuat serat kain rapuh dan warna cepat pudar.

Langkah terbaik mencuci cardigan tenun:

  • Gunakan air dingin atau suhu ruang.

  • Rendam tidak lebih dari 10–15 menit.

  • Gunakan detergen lembut atau sabun bayi tanpa pemutih.

  • Hindari mengucek terlalu keras; cukup tekan perlahan dengan tangan.

  • Bilas dengan air bersih dan tambahkan cuka putih sedikit untuk menjaga warna tetap cerah.

Untuk noda kecil, cukup bersihkan bagian yang terkena menggunakan lap basah dan sabun cair lembut, bukan merendam seluruh pakaian.

Sebagai pencinta wastra, saya pernah melihat bagaimana satu cardigan kehilangan kilau warnanya karena dicuci dengan mesin cuci. Sejak itu, saya belajar bahwa mencuci manual bukan hanya soal kebersihan, tapi bentuk penghormatan pada kain yang ditenun dengan hati.


2. Cara Menyimpan dan Menjemur

Setelah dicuci, proses penjemuran menjadi tahap penting untuk mempertahankan warna dan tekstur tenun.

Langkah menjemur yang benar:

  • Jemur di tempat teduh dan berangin, hindari sinar matahari langsung.

  • Jangan diperas terlalu kuat, cukup ditekan perlahan dengan handuk kering untuk mengurangi air.

  • Gantung cardigan dengan hanger berbentuk lebar agar bentuk bahunya tidak berubah.

  • Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan untuk mencegah jamur atau bau lembap.

Untuk penyimpanan, lipat cardigan tenun dengan kertas lembut di antaranya, lalu simpan di lemari yang kering dan tidak terlalu padat. Tambahkan aroma alami seperti daun pandan kering atau lavender agar tetap segar.


3. Trik Menjaga Warna dan Tekstur

Warna pada tenun NTT umumnya berasal dari pewarna alami seperti tarum (biru indigo), kunyit (kuning), atau kulit pohon mahoni (cokelat kemerahan). Pewarna alami ini indah, tetapi lebih rentan terhadap cahaya dan bahan kimia keras.

Tips menjaga warna dan tekstur cardigan tenun:

  • Jangan disetrika langsung dengan suhu tinggi. Gunakan lap kain tipis di atas permukaannya atau setrika uap suhu rendah.

  • Hindari menyemprot parfum langsung ke kain, karena kandungan alkohol bisa merusak serat.

  • Jika disimpan lama, keluarkan secara berkala dan angin-anginkan agar serat tetap bernapas.

  • Untuk menjaga kelembutan serat, Anda bisa meneteskan minyak kayu putih tipis di tangan lalu usapkan perlahan ke tenun (tanpa membasahi).

Menurut pengrajin lokal di Kupang, perawatan yang lembut akan memperpanjang umur kain hingga puluhan tahun. “Kain tenun itu hidup, dia butuh udara, cahaya lembut, dan sentuhan yang penuh kasih,” ungkap Ibu Yohana, penenun asal Amarasi.


Bagaimana Proses Pembuatan Cardigan Tenun NTT yang Bernilai Budaya?

Keindahan cardigan tenun NTT lahir dari proses panjang yang melibatkan keterampilan, kesabaran, dan cinta terhadap tradisi. Setiap helai kain bercerita tentang perjalanan dari benang menjadi karya budaya.


1. Dari Benang ke Kain: Kisah Penenun Lokal Kupang

Prosesnya dimulai dari pemintalan benang kapas atau serat alami. Para perempuan penenun di Kupang, Sumba Barat Daya, atau Amarasi biasanya menggunakan alat tradisional seperti “pakan dan palanta”, yang diwariskan turun-temurun.

Warna diperoleh dari bahan alam seperti daun tarum, kulit pohon, dan biji pinang. Mereka tidak sekadar menenun pola, tetapi juga menyulam doa dalam setiap tarikan benang. Tiap motif punya makna — dari keberanian, kesuburan, hingga persaudaraan.

Penenun lokal tidak bekerja dengan tergesa-gesa. Sebuah kain tenun untuk satu cardigan bisa memakan waktu dua minggu hingga satu bulan. Semuanya dilakukan dengan tangan, tanpa mesin industri, menjadikan setiap cardigan benar-benar unik dan berjiwa.


2. Kolaborasi Desainer Modern dan Tradisi

Setelah kain selesai ditenun, desainer seperti yang bekerja bersama Padu Padan Tenun menyesuaikan potongan agar lebih modern dan nyaman dipakai sehari-hari. Proses ini menciptakan harmoni antara warisan budaya dan kebutuhan gaya hidup urban.

Desain tailored fit, oversized cardigan, hingga model belt-style menjadi cara baru untuk memperkenalkan tenun kepada generasi muda. Kolaborasi ini juga memberi ruang bagi penenun lokal untuk dikenal lebih luas dan mendapatkan penghargaan yang layak.

Seperti yang pernah dikatakan oleh Didiet Maulana, desainer dan pelestari wastra Indonesia:

“Tenun bukan sekadar produk tekstil. Ia adalah narasi yang hidup dalam benang dan motifnya.”

Pernyataan ini menggambarkan esensi dari setiap cardigan tenun NTT — sebuah narasi yang menjahit masa lalu dan masa kini dalam satu bentuk busana.


3. Filosofi “Pakai Cerita” dalam Setiap Potongan

Konsep “Pakai Cerita” dari Padu Padan Tenun menjadi inti dari setiap koleksi cardigan. Setiap desain tidak hanya dibuat untuk mempercantik, tetapi juga menghidupkan cerita penenun, nilai lokal, dan semangat perempuan Indonesia yang modern namun berakar pada budaya.

Dari pemilihan motif hingga penjahitan terakhir, semuanya dilakukan dengan kesadaran bahwa setiap helai benang membawa pesan. Inilah yang menjadikan cardigan tenun lebih dari sekadar pakaian — ia adalah ekspresi budaya yang bisa dipakai dengan bangga di ruang profesional.

Sebagai seseorang yang menyaksikan langsung proses di studio Padu Padan Tenun di Kupang, saya melihat bagaimana desainer bekerja berdampingan dengan penenun, membicarakan motif dan warna. Ada momen magis di sana — ketika kain bukan sekadar material, melainkan jembatan antara generasi dan makna.


Di Mana Bisa Mendapatkan Cardigan Tenun NTT Berkualitas?

Jika Anda ingin memiliki cardigan tenun NTT yang berkualitas tinggi, autentik, dan memiliki sentuhan personal, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum membeli.


1. Mengenal Brand Padu Padan Tenun

Brand Padu Padan Tenun dikenal sebagai pelopor fashion etnik modern berbasis tenun NTT. Berlokasi di Kupang, brand ini bekerja langsung dengan komunitas penenun lokal dan desainer muda untuk menghasilkan koleksi yang elegan sekaligus bernilai sosial.

Keunggulannya terletak pada prinsip tailored by request dan ready-to-wear, sehingga pelanggan bisa memilih ukuran, model, hingga kombinasi warna sesuai karakter pribadi. Setiap cardigan dibuat terbatas, memastikan eksklusivitas bagi pemakainya.


2. Layanan Custom dan Ready-to-Wear

Melalui layanan custom design, pelanggan dapat berdiskusi dengan tim stylist untuk menciptakan cardigan tenun sesuai kebutuhan — baik untuk busana kerja, acara resmi, atau smart casual outfit. Sementara itu, koleksi ready-to-wear menampilkan berbagai model kekinian seperti oversized, belted, hingga crop cardigan.

Padu Padan Tenun juga menghadirkan layanan konsultasi gaya gratis melalui WhatsApp, memudahkan pelanggan untuk menemukan gaya profesional dengan sentuhan budaya.


3. Pengalaman Pelanggan & Testimoni

Banyak pelanggan memuji keunikan dan kualitas produk ini. Salah satu pelanggan, Amara (30), seorang konsultan kreatif di Jakarta, berbagi pengalamannya:

“Cardigan tenun dari Padu Padan Tenun benar-benar membuat saya merasa berbeda. Bukan cuma tampil modis, tapi juga bangga karena tahu kisah di balik kainnya.”

Cerita seperti ini memperlihatkan bagaimana fashion bisa menjadi sarana koneksi emosional antara pembeli, budaya, dan pembuatnya.

Kunjungi website resmi padupadantenun.co.id untuk melihat katalog terbaru dan dapatkan pengalaman “Pakai Cerita” versimu — karena gaya terbaik adalah yang punya makna.

FAQ Seputar Cardigan Tenun NTT

1. Apa keistimewaan cardigan tenun NTT dibanding outer biasa?
Cardigan tenun NTT dibuat dari kain tenun ikat asli yang ditenun secara manual oleh pengrajin di Kupang dan daerah sekitarnya. Setiap motif memiliki filosofi budaya khas Nusa Tenggara Timur, sehingga bukan hanya busana, tetapi juga karya seni dengan nilai simbolik tinggi. Selain itu, potongannya kini disesuaikan dengan gaya modern, menjadikannya cocok untuk aktivitas profesional maupun kasual.


2. Apakah cardigan tenun NTT cocok dipakai untuk kerja?
Sangat cocok. Dengan desain tailored fit atau oversized modern, cardigan tenun mampu memberikan kesan elegan dan profesional tanpa terlihat kaku. Warna-warna alami seperti indigo, cokelat tanah, dan krem memberi tampilan berkelas yang tetap nyaman digunakan dalam rutinitas kerja sehari-hari.


3. Bagaimana cara merawat cardigan tenun agar tidak cepat pudar?
Gunakan air dingin saat mencuci dan hindari detergen keras atau pemutih. Sebaiknya cuci manual tanpa mesin, lalu jemur di tempat teduh agar warna alaminya tidak pudar. Untuk penyimpanan, simpan di tempat kering dengan lipatan longgar, dan hindari parfum langsung ke kain.


4. Apakah cardigan tenun bisa dikombinasikan dengan pakaian modern lainnya?
Tentu bisa. Cardigan tenun sangat fleksibel untuk dipadukan dengan celana bahan, rok midi, atau jeans. Untuk tampilan kerja formal, padukan dengan inner polos dan heels. Sedangkan untuk gaya santai, cardigan tenun bisa dipakai dengan sneakers dan tas etnik mini untuk sentuhan kasual elegan.


5. Apakah ada model cardigan tenun yang cocok untuk segala bentuk tubuh?
Ada. Model oversized cardigan tenun adalah pilihan paling serbaguna karena potongannya longgar dan nyaman. Selain itu, model belted cardigan bisa membantu menonjolkan siluet tubuh dengan cara yang tetap sopan dan elegan. Semua model ini kini tersedia dalam koleksi Padu Padan Tenun.


6. Apakah cardigan tenun NTT termasuk produk ramah lingkungan?
Ya. Banyak koleksi tenun NTT menggunakan pewarna alami dari tumbuhan lokal dan diproduksi secara etis oleh komunitas penenun perempuan di Kupang dan Amarasi. Prosesnya mendukung prinsip sustainable fashion, di mana setiap pembelian ikut membantu pelestarian budaya dan ekonomi lokal.


7. Di mana saya bisa membeli cardigan tenun NTT asli dan berkualitas?
Anda dapat menemukannya langsung di Padu Padan Tenun, brand fashion etnik modern yang bekerja sama dengan penenun lokal untuk menghadirkan desain eksklusif dan bermakna. Brand ini menyediakan layanan custom made dan ready-to-wear dengan kualitas premium.

Kunjungi padupadantenun.co.id sekarang dan temukan cardigan tenun NTT yang bercerita — karena yang lain hanya memakai baju, kamu memakai cerita.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top