Atasan Tenun NTT — Gaya Profesional dengan Sentuhan Budaya

“Yang lain pakai baju, kamu pakai cerita.”
Kalimat ini menjadi napas dari setiap karya Padu Padan Tenun, brand yang menghadirkan makna di balik setiap helai atasan tenun NTT. Bukan sekadar pakaian, tetapi representasi nilai, identitas, dan kebanggaan akan budaya Indonesia Timur.
Di tengah hiruk pikuk gaya urban dan rutinitas profesional, banyak wanita muda mencari cara untuk tampil elegan tanpa kehilangan jati diri. Tenun dari Nusa Tenggara Timur (NTT) menjawab kebutuhan itu dengan menggabungkan heritage dan modern design dalam satu karya yang hidup — busana yang punya cerita.

Dengan potongan modern, warna yang lembut, dan motif yang sarat makna, atasan tenun NTT kini menjadi simbol gaya profesional yang berbudaya.


Apa yang Membuat Atasan Tenun NTT Begitu Istimewa?

Setiap helai kain tenun NTT adalah hasil karya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga kaya filosofi. Dibuat dengan tangan-tangan perempuan penenun dari Amarasi, Sumba, hingga Insana, setiap motif menyimpan kisah yang diwariskan lintas generasi.

  1. Keaslian Motif dan Filosofi Tenun

    • Motif kuda Sumba melambangkan kekuatan dan keberanian.

    • Motif Insana dikenal membawa pesan kesetiaan dan kebersamaan.

    • Motif Amarasi memancarkan keanggunan perempuan timur dan keteguhan hati.
      Inilah alasan mengapa setiap atasan tenun NTT tidak pernah sama — karena setiap tenun memiliki jiwa dan cerita tersendiri.

  2. Nilai Budaya yang Melekat dari NTT
    Bagi masyarakat lokal, menenun bukan hanya tradisi, tetapi bentuk doa dan ekspresi rasa syukur kepada alam. Dalam setiap benang yang disusun, tersimpan nilai spiritual dan identitas budaya yang kuat.
    Seperti yang diungkapkan Didiet Maulana, desainer wastra Indonesia:

    “Tenun bukan sekadar kain, tapi identitas budaya yang ditenun dengan jiwa.”
    Pernyataan ini menggambarkan bagaimana tenun menjadi bagian dari kehidupan, bukan sekadar material fesyen.

  3. Perpaduan Heritage dan Modern Design
    Di tangan desainer muda seperti tim kreatif Padu Padan Tenun, warisan ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dikembangkan. Sentuhan modern diaplikasikan melalui:

    • Potongan minimalis dan elegan.

    • Kombinasi warna pastel dan netral agar cocok untuk kantor.

    • Desain ready to wear yang fleksibel untuk acara formal maupun kasual.

    Hasilnya, atasan tenun NTT modern menjadi simbol gaya yang anggun, profesional, namun tetap otentik. Wanita muda masa kini dapat mengenakan budaya tanpa terlihat “terlalu tradisional.”


Bagaimana Cara Memilih Atasan Tenun NTT untuk Gaya Profesional?

Bagi wanita profesional, penampilan bukan sekadar soal tren — tetapi tentang cara menyampaikan karakter. Memilih atasan tenun di NTT yang tepat akan membantu menampilkan kepribadian yang berkelas sekaligus mencerminkan kebanggaan akan budaya lokal. Berikut panduannya:

  1. Pilih Potongan Minimalis dan Nyaman
    Pilih model seperti blouse tenun, outer ringan, atau tunik modern yang memiliki garis potong sederhana. Potongan ini memberikan kesan profesional tanpa kehilangan sentuhan etnik.
    Model longgar dengan detail di bagian leher atau lengan juga cocok untuk gaya kerja yang elegan dan tetap bebas bergerak.

  2. Warna Netral untuk Look Elegan
    Warna menjadi elemen penting dalam tampilan profesional. Pilih atasan tenun di NTT dengan palet warna netral seperti krem, navy, abu, atau cokelat tanah.

    • Warna pastel menciptakan kesan lembut dan feminin.

    • Warna gelap memberikan tampilan tegas dan berwibawa.
      Kombinasikan dengan celana kerja polos atau rok midi agar tampilan tetap seimbang.

  3. Perhatikan Bahan: Katun Tenun vs Sutra Tenun

    • Katun Tenun: Ringan, sejuk, dan cocok untuk aktivitas harian di kantor.

    • Sutra Tenun: Memberi efek mengilap dan mewah, cocok untuk presentasi, seminar, atau acara resmi.
      Pastikan bahan yang dipilih tidak terlalu tebal agar tetap nyaman dipakai seharian.

  4. Padukan dengan Fashion Item Modern
    Agar tampilan lebih kekinian, kombinasikan atasan tenun di NTT modern dengan:

    • Celana linen berpotongan lurus.

    • Aksesori logam berwarna emas atau perak.

    • Sepatu loafer, heels sederhana, atau bahkan sneakers putih untuk gaya kasual chic.

  5. Gunakan dengan Kepercayaan Diri
    Tidak ada gaya yang lebih menarik selain percaya diri. Saat memakai atasan tenun NTT, Anda tidak hanya mengenakan pakaian, tetapi juga membawa cerita dan budaya dari Nusa Tenggara Timur.


Tips Profesional dalam Padu Padan:

  • Hindari penggunaan motif tenun berukuran besar bila ingin tampilan lebih formal.

  • Gunakan blazer polos sebagai pelapis untuk menciptakan gaya kerja modern.

  • Tambahkan tas tenun kecil atau scarf etnik untuk memperkuat karakter gaya.


Kini, atasan tenun NTT tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga lambang profesionalitas dan keanggunan. Desainnya yang fleksibel membuatnya mudah disesuaikan untuk berbagai suasana — mulai dari rapat penting hingga makan siang santai bersama rekan kerja.

Fashion heritage seperti tenun NTT adalah bentuk nyata dari keberlanjutan budaya. Dengan mengenakannya, Anda turut mendukung perempuan penenun lokal dan memperpanjang napas tradisi yang hampir hilang di era modern.

Lihat koleksi eksklusif “Atasan Tenun NTT” di padupadantenun.co.id dan temukan gaya profesional yang berbudaya—karena yang lain pakai baju, kamu pakai cerita.


Atasan tenun NTT bukan sekadar pilihan busana, melainkan cara untuk menyampaikan pesan: bahwa gaya modern dan budaya bisa berjalan berdampingan dengan indah.

Tren Fashion Atasan Tenun NTT Wanita 2025

Dalam dunia mode yang semakin cepat berubah, atasan tenun di NTT tetap hadir sebagai simbol keanggunan dan kesadaran budaya. Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi fashion lokal, di mana tren tidak lagi semata tentang penampilan, tetapi juga tentang nilai, keberlanjutan, dan identitas. Gaya modern kini menemukan maknanya dalam gerakan slow fashion dan konsep cultural modernism—perpaduan antara estetika kontemporer dan akar tradisional.

  1. Dominasi Gaya Slow Fashion dan Cultural Modernism
    Slow fashion mengajarkan kita untuk menghargai proses dan cerita di balik setiap pakaian. Busana tidak lagi dibeli karena tren semata, tetapi karena makna dan ketahanannya. Di sinilah atasan tenun di NTT modern menjadi relevan — dibuat secara handmade oleh penenun lokal, dengan motif yang membawa pesan budaya.
    Di sisi lain, cultural modernism menghadirkan perspektif baru: menggabungkan unsur tradisional dalam gaya urban tanpa kehilangan konteks budaya. Potongan modern seperti blazer tenun, tunik simpel, hingga outer minimalis kini menjadi favorit wanita profesional yang ingin tampil elegan, tetapi tetap berakar pada nilai lokal.

    Bagi banyak wanita muda, mengenakan atasan tenun di NTT bukan lagi pilihan eksotis, melainkan bentuk ekspresi diri yang sadar budaya. Mereka tidak sekadar mengikuti mode, tetapi menghidupkan kembali cerita dan filosofi dari kain tradisional.

  2. Sentuhan Kontemporer: Crop Top, Blazer Tenun, dan Outer Layered
    Tren tahun 2025 menunjukkan munculnya berbagai variasi desain yang lebih fresh dan serbaguna:

    • Crop top tenun untuk gaya santai namun tetap berkelas. Dipadukan dengan high-waist pants, tampilannya modern tanpa meninggalkan sisi etnik.

    • Blazer tenun NTT menjadi elemen utama dalam gaya profesional. Cocok untuk meeting, konferensi, atau acara formal.

    • Outer layered tenun memberi kesan ringan dan dinamis, sempurna untuk suasana kasual.

    Desainer lokal kini berani menggabungkan tekstur tenun dengan material modern seperti linen, viscose, atau satin. Hasilnya adalah busana yang tetap membawa ruh budaya, namun nyaman dan relevan dengan gaya hidup urban.

    Sebagai seorang pengamat mode, saya percaya transformasi ini adalah bukti bahwa tenun mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Keindahan sejati fashion bukan hanya pada desainnya, tapi pada nilai yang ia bawa—sebuah koneksi antara masa lalu dan masa kini.

  3. Prediksi Tren Warna: Terracotta, Indigo, dan Beige Natural
    Palet warna 2025 akan didominasi oleh nuansa bumi dan warna alami yang merepresentasikan ketenangan serta kedewasaan.

    • Terracotta: melambangkan kehangatan dan keberanian.

    • Indigo: warna klasik tenun NTT yang melambangkan kedalaman dan spiritualitas.

    • Beige natural: menghadirkan kesan lembut, elegan, dan profesional.

    Warna-warna ini bukan hanya estetik, tetapi juga menyiratkan hubungan manusia dengan alam—tema yang semakin kuat dalam arah slow fashion.

    “Sebagai fashion enthusiast, saya percaya tren 2025 bukan tentang pakaian baru, tapi cara baru menghargai warisan lama.” Kalimat ini merepresentasikan esensi dari perubahan besar dunia mode: fashion tidak lagi didefinisikan oleh kecepatan, melainkan oleh kesadaran dan nilai budaya.


Bagaimana Cara Memadukan Atasan Tenun NTT agar Terlihat Kekinian?

Perpaduan yang tepat mampu menjadikan atasan tenun di NTT tampil lebih fashion forward tanpa kehilangan maknanya. Kini, para wanita profesional maupun kreatif dapat menjadikan tenun sebagai bagian dari gaya sehari-hari yang fleksibel — dari ruang rapat hingga acara santai bersama teman.

  1. Mix and Match dengan Item Modern

    • Jeans: Kombinasi paling populer. Padukan blouse tenun dengan celana jeans berpotongan lurus untuk tampilan kasual elegan.

    • Linen Pants: Cocok untuk tampilan profesional. Bahan ringan ini menonjolkan tekstur tenun tanpa membuatnya terlalu formal.

    • Skirt Midi atau Pleated: Memberikan kesan feminin dan modern, apalagi jika dipadukan dengan atasan tenun bermotif kecil.

    Salah satu keunggulan atasan tenun NTT modern adalah fleksibilitasnya. Ia dapat dipadukan dengan hampir semua gaya, dari office look yang berkelas hingga weekend outfit yang santai.

  2. Gunakan Aksesori yang Tepat
    Sentuhan aksesori bisa membuat tampilan semakin hidup.

    • Slingbag tenun kecil: menambah kesan etnik tanpa berlebihan.

    • Kalung etnik atau anting kayu: memperkuat nuansa budaya namun tetap modern.

    • Sepatu: Pilih sepatu netral seperti loafers, mules, atau heels sederhana agar fokus tetap pada tenun.

    Aksesori yang tepat akan membuat keseluruhan tampilan lebih harmonis. Ingat, kunci gaya modern adalah keseimbangan antara unsur tradisional dan kontemporer.

  3. Inspirasi Look untuk Kantor dan Hangout

    • Office Look: Blazer tenun Amarasi dengan celana hitam high-waist dan sepatu pointed heels. Tampilkan gaya profesional berkelas tanpa meninggalkan akar budaya.

    • Casual Look: Crop top tenun Sumba dengan jeans biru muda dan sneakers putih. Cocok untuk aktivitas santai atau coffee meeting.

    • Evening Look: Outer tenun indigo dengan dress polos berwarna beige. Menyatu sempurna untuk acara semi-formal di malam hari.

    Sebagai penggemar fashion lokal, saya melihat tren ini bukan sekadar transformasi gaya, tetapi juga gerakan untuk memuliakan warisan leluhur. Ketika seseorang mengenakan tenun dengan percaya diri, ia bukan hanya mempercantik diri, tapi juga melanjutkan narasi budaya yang hidup.

  4. Sentuhan Modern tanpa Kehilangan Akar Budaya
    Atasan tenun di NTT kini hadir dalam siluet yang ramping, dengan detail kecil seperti kerah terbuka, lengan lonceng, atau kombinasi bahan polos di bagian samping. Desain ini menyesuaikan kebutuhan wanita modern yang aktif, dinamis, dan ingin tampil berbeda.

    Kelebihannya adalah:

    • Mudah dipadukan dengan berbagai outfit.

    • Cocok untuk semua suasana, dari formal hingga kasual.

    • Memberi kesan “personal style” yang kuat tanpa berlebihan.

    Tenun kini tidak hanya menjadi simbol etnik, tetapi juga alat komunikasi personal tentang siapa diri kita.


Konsultasikan gaya tenun profesionalmu bersama stylist Padu Padan Tenun dan temukan padu padan yang mencerminkan identitas unikmu.

Atasan tenun NTT bukan sekadar pakaian, melainkan jembatan antara keindahan tradisi dan semangat perempuan modern yang mencintai budaya.

Apa Saja Jenis dan Harga Atasan Tenun NTT yang Populer?

Dalam dunia mode yang kian menghargai keunikan dan keberlanjutan, atasan tenun NTT menempati posisi istimewa. Tak hanya karena keindahan motifnya, tetapi juga karena fleksibilitas desainnya yang dapat disesuaikan dengan berbagai gaya dan kebutuhan. Dari potongan formal hingga kasual, setiap jenis atasan tenun menghadirkan cerita yang berbeda — menggambarkan perpaduan antara budaya, gaya hidup, dan nilai personal.

1. Blouse Tenun NTT — Simpel, Elegan, dan Serbaguna

Model blouse adalah pilihan paling populer di kalangan wanita profesional. Desainnya cenderung minimalis, mudah dipadukan dengan bawahan polos seperti rok span atau celana bahan, dan tetap terlihat rapi meski tanpa banyak aksesori.

  • Ciri khas: leher berbentuk V atau bundar, lengan ¾, dan potongan longgar.

  • Kisaran harga: Rp750.000 – Rp1.200.000 (ready to wear).

  • Kelebihan: cocok untuk acara formal, meeting, atau aktivitas sehari-hari di kantor.
    Beberapa koleksi Padu Padan Tenun bahkan menawarkan opsi tambahan seperti bordir halus di bagian kerah atau motif tenun dengan kombinasi polos, menciptakan kesan modern tanpa meninggalkan unsur etnik.

2. Outer Tenun — Sentuhan Klasik untuk Gaya Modern

Model outer tenun NTT menjadi primadona bagi mereka yang menyukai gaya lapisan (layered look). Outer memberi fleksibilitas tinggi: bisa dipakai di atas inner polos atau dress sederhana, menjadikannya pilihan sempurna untuk suasana kerja hingga acara semi-formal.

  • Ciri khas: potongan panjang di bawah pinggul, bukaan depan tanpa kancing, atau tali serut.

  • Kisaran harga: Rp900.000 – Rp1.800.000 (ready to wear).

  • Keunggulan: memberikan tampilan profesional tanpa terlihat kaku.

Outer seperti ini sering dipakai oleh para dosen, konsultan kreatif, atau wanita karier yang ingin tampil berwibawa namun tetap hangat. Beberapa koleksi limited edition menghadirkan detail motif Amarasi dengan aksen indigo alami — sebuah perpaduan klasik dan modern yang memikat.

3. Tunik Tenun — Anggun dan Nyaman untuk Semua Suasana

Tunik selalu menjadi favorit karena kesan femininnya. Desain longgar dengan panjang hingga lutut memberikan kenyamanan maksimal tanpa mengurangi sisi elegan.

  • Ciri khas: potongan lurus, sering dihiasi motif di bagian dada atau lengan.

  • Kisaran harga: Rp850.000 – Rp1.500.000 (ready to wear).

  • Kelebihan: cocok untuk acara formal, ibadah, maupun kegiatan sosial.

Tunik dengan motif khas Insana misalnya, banyak disukai karena warnanya yang lembut dan maknanya yang simbolis — menggambarkan kesetiaan dan harmoni.

4. Crop Top Tenun — Pilihan Wanita Urban dan Kreatif

Untuk wanita muda yang aktif di dunia kreatif, crop top tenun NTT menjadi alternatif baru. Desainnya pendek dan modern, tapi tetap menonjolkan keunikan motif khas Nusa Tenggara Timur.

  • Ciri khas: potongan di atas pinggang, kadang dikombinasikan dengan kain polos atau tali ikat.

  • Kisaran harga: Rp600.000 – Rp950.000.

  • Kelebihan: fleksibel untuk gaya kasual, cocok untuk brunch, workshop, atau acara seni.

Model ini menjadi representasi cultural modernism — di mana tradisi berpadu indah dengan kebebasan berekspresi ala wanita masa kini.


Kelebihan “Custom by Request” dari Padu Padan Tenun

Salah satu kekuatan utama brand Padu Padan Tenun adalah layanan custom tailored by request. Dengan sistem ini, pelanggan dapat menyesuaikan ukuran, potongan, motif, dan kombinasi warna sesuai selera.
Keuntungan layanan ini antara lain:

  • Busana terasa lebih personal dan nyaman.

  • Memungkinkan pelanggan ikut terlibat dalam proses kreatif.

  • Menghasilkan pakaian yang benar-benar eksklusif — hanya dibuat satu untuk Anda.

Selain itu, koleksi limited edition seperti “Lini Amarasi” atau “Sumba Heritage” hanya diproduksi dalam jumlah terbatas, menjadikannya investasi gaya yang bernilai tinggi.


Bagaimana Cara Merawat Atasan Tenun NTT Agar Tetap Awet?

Merawat atasan tenun di NTT memerlukan perhatian khusus agar keindahan warna dan serat alaminya tetap terjaga. Kain tenun NTT yang dibuat dari bahan katun, sutra, atau campuran serat alami memiliki karakter yang sensitif terhadap panas dan bahan kimia keras.

Berikut panduan merawat tenun agar tetap awet dan anggun:

1. Gunakan Sabun Lembut dan Cuci Manual

Selalu gunakan sabun cair lembut atau baby detergent. Hindari mesin cuci karena putaran cepat dapat merusak struktur serat.

  • Rendam hanya 5–10 menit.

  • Kucek perlahan dengan tangan.

  • Bilas dengan air dingin agar warna tidak mudah luntur.

2. Hindari Paparan Matahari Langsung

Setelah dicuci, jangan menjemur langsung di bawah sinar matahari terik. Cukup keringkan di tempat teduh yang berventilasi baik. Panas langsung dapat membuat warna pudar dan serat kain menjadi kaku.

3. Simpan dalam Suhu Kering dan Bersih

Simpan atasan tenun dalam lemari yang kering, hindari lembap. Gunakan silica gel atau kapur barus alami untuk mencegah jamur. Lipat dengan hati-hati — jangan digantung terlalu lama agar bentuknya tidak berubah.

4. Tips Setrika dan Perawatan Warna

Setrika pada suhu rendah sambil membalik kain ke sisi dalam. Gunakan pelapis kain katun tipis agar panas tidak langsung mengenai tenun.

  • Hindari penyemprotan pewangi beralkohol tinggi.

  • Untuk mempertahankan warna alami, tambahkan sedikit cuka putih pada bilasan terakhir.

Seperti dijelaskan oleh Dr. Rini W., Dosen Tekstil UI:

“Tenun alami memerlukan perawatan lembut agar seratnya tidak kehilangan kilau dan bentuk.”
Prinsip ini menjadi dasar penting dalam menjaga keindahan wastra tradisional agar tetap tahan lama dan siap diwariskan.


Mengapa Atasan Tenun NTT Layak Jadi Investasi Gaya Profesionalmu?

Lebih dari sekadar pakaian, atasan tenun NTT adalah perwujudan nilai, keberlanjutan, dan kebanggaan budaya. Di tengah arus mode cepat (fast fashion), tenun menghadirkan narasi baru — tentang ketenangan, makna, dan identitas.

1. Nilai Budaya, Keberlanjutan, dan Eksklusivitas

Setiap helai tenun dikerjakan secara manual oleh perempuan penenun di NTT. Prosesnya bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Nilai keberlanjutan tercermin dari bahan alami dan pewarna tradisional yang ramah lingkungan.
Eksklusivitas muncul karena tidak ada dua kain yang benar-benar sama. Itulah mengapa setiap atasan tenun terasa istimewa — seperti karya seni yang hanya dibuat satu kali.

2. Rasa Bangga Mengenakan Produk Lokal

Memakai tenun bukan hanya tentang gaya, tetapi juga tentang kebanggaan. Setiap kali mengenakannya, Anda membawa warisan budaya dan memberdayakan para pengrajin di daerah.
Rasa bangga ini menjadi energi positif yang memancar lewat tampilan. Seperti yang sering dirasakan banyak wanita profesional: saat memakai tenun, ada perasaan anggun sekaligus berdaya.

“Saya selalu merasa percaya diri saat memakai atasan tenun NTT. Ada energi budaya yang seolah mengingatkan saya untuk tetap berakar, meski melangkah di dunia modern.”
Ungkapan ini menggambarkan bagaimana busana dapat menjadi jembatan antara identitas pribadi dan nilai-nilai luhur bangsa.

3. Memberi Dampak Nyata pada UMKM dan Penenun Lokal

Setiap pembelian produk tenun berarti membantu menggerakkan ekonomi daerah. Program kolaborasi Padu Padan Tenun dengan pengrajin di Kupang, Amarasi, dan Sumba Barat misalnya, tidak hanya meningkatkan kesejahteraan mereka, tetapi juga memastikan warisan ini terus hidup di generasi berikutnya.

4. Gaya yang Tak Lekang Waktu

Atasan tenun NTT termasuk dalam kategori timeless fashion. Ia tidak akan ketinggalan zaman karena esensinya tidak bergantung pada tren, melainkan pada nilai dan cerita. Saat dipakai, ia menciptakan kesan elegan yang selalu relevan — baik di ruang rapat, pameran seni, maupun acara sosial.

Dapatkan katalog lengkap koleksi atasan tenun NTT terbaru di website resmi padupadantenun.co.id dan temukan busana yang memadukan gaya profesional dengan makna budaya.

Karena atasan tenun NTT bukan sekadar pakaian, tetapi warisan hidup yang terus menenun cerita tentang perempuan modern yang bangga pada akarnya.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Atasan Tenun NTT

1. Apa yang dimaksud dengan Atasan Tenun NTT?

Atasan tenun di NTT adalah busana bagian atas (blouse, outer, tunik, atau crop top) yang dibuat dari kain tenun tradisional khas Nusa Tenggara Timur. Kain ini ditenun secara manual oleh pengrajin lokal menggunakan benang alami dan pewarna tradisional, menjadikannya unik dan bernilai tinggi.


2. Apakah atasan tenun NTT cocok untuk kegiatan profesional?

Tentu saja. Desain modern dari Padu Padan Tenun telah menyesuaikan gaya atasan tenun NTT agar cocok untuk wanita profesional. Potongan minimalis, warna netral, dan detail elegan menjadikannya ideal untuk ke kantor, presentasi, maupun acara formal.


3. Apa saja model atasan tenun NTT yang paling populer saat ini?

Model yang banyak diminati meliputi:

  • Blouse tenun: simple dan elegan untuk acara formal.

  • Outer tenun: gaya lapisan modern untuk tampilan profesional.

  • Tunik tenun: longgar dan feminin.

  • Crop top tenun: favorit wanita muda untuk tampilan kasual modern.


4. Berapa kisaran harga atasan tenun di NTT?

Harga atasan tenun di NTT bervariasi tergantung bahan, motif, dan tingkat kerumitan:

  • Ready to wear: mulai Rp600.000 – Rp1.800.000

  • Custom by request: Rp1.500.000 – Rp3.000.000
    Setiap produk memiliki kualitas tinggi dan dibuat secara etis oleh penenun lokal.


5. Bagaimana cara merawat atasan tenun di NTT agar tidak cepat rusak?

Beberapa tips penting:

  • Cuci manual dengan sabun lembut.

  • Hindari mesin cuci dan pemutih.

  • Keringkan di tempat teduh agar warna tetap awet.

  • Setrika suhu rendah dari sisi dalam.
    Menurut Dr. Rini W., Dosen Tekstil UI,

“Tenun alami memerlukan perawatan lembut agar seratnya tidak kehilangan kilau dan bentuk.”


6. Apakah Padu Padan Tenun menyediakan layanan custom?

Ya. Padu Padan Tenun menawarkan layanan custom by request di mana pelanggan dapat memilih ukuran, warna, dan motif sesuai preferensi pribadi. Ini memungkinkan Anda mendapatkan busana yang benar-benar personal dan eksklusif.


7. Apakah atasan tenun NTT termasuk produk ramah lingkungan?

Ya. Sebagian besar kain tenun NTT dibuat menggunakan serat alami seperti kapas dan pewarna nabati yang ramah lingkungan. Proses produksinya mendukung prinsip slow fashion dan memberdayakan penenun lokal di Nusa Tenggara Timur.


8. Apa alasan utama wanita profesional memilih atasan tenun di NTT?

Karena atasan tenun NTT memadukan keindahan, nilai budaya, dan profesionalitas. Desainnya elegan, fleksibel untuk berbagai suasana, dan mencerminkan kebanggaan terhadap produk lokal yang berkelanjutan.


9. Bagaimana cara memadukan atasan tenun di NTT agar terlihat modern?

Kombinasikan dengan celana linen, rok polos, atau jeans. Tambahkan aksesori modern seperti kalung etnik atau slingbag tenun. Pilihan warna netral seperti beige, navy, atau terracotta akan memberikan kesan elegan dan profesional.


10. Di mana saya bisa melihat koleksi terbaru atasan tenun di NTT?

Anda dapat melihat koleksi eksklusif, limited edition, dan layanan custom tailored hanya di website resmi padupadantenun.co.id.

Temukan gaya profesional berbudaya dengan koleksi atasan tenun NTT dari Padu Padan Tenun — karena yang lain pakai baju, kamu pakai cerita.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top